Matematika seringkali dianggap sebagai subjek yang menakutkan, namun sesungguhnya, ia adalah bahasa universal yang membantu kita memahami dunia di sekitar kita. Salah satu konsep fundamental yang mulai diperkenalkan secara mendalam di kelas 4 adalah pecahan. Pecahan, pada intinya, adalah cara untuk menggambarkan bagian dari keseluruhan. Bayangkan saja sebuah pizza yang dipotong menjadi beberapa bagian yang sama, atau sebatang cokelat yang dibagi-bagi. Di situlah pecahan berperan!
Di kelas 4, siswa akan mulai membangun fondasi yang kuat dalam memahami berbagai aspek pecahan, mulai dari pengenalan, penyederhanaan, hingga penjumlahan dan pengurangan. Artikel ini akan memandu Anda melalui konsep-konsep penting pecahan di kelas 4, dilengkapi dengan contoh soal yang relevan dan penjelasan langkah demi langkah.

Secara sederhana, pecahan adalah representasi angka dari sebuah bagian yang diambil dari keseluruhan yang dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar. Pecahan ditulis dalam bentuk $fracab$, di mana:
Contoh Visual:
Bayangkan sebuah lingkaran utuh. Jika lingkaran tersebut dipotong menjadi 4 bagian yang sama besar, dan Anda mengambil 1 bagian, maka Anda telah mengambil $frac14$ (satu per empat) dari lingkaran tersebut. Di sini, 1 adalah pembilang (jumlah bagian yang diambil) dan 4 adalah penyebut (total bagian yang sama besar).
Di kelas 4, siswa akan diperkenalkan dengan beberapa jenis pecahan yang penting untuk dipahami:
Pecahan Biasa: Ini adalah bentuk pecahan yang paling umum, seperti $frac12$, $frac34$, $frac58$. Pecahan biasa dapat dibagi lagi menjadi dua jenis:
Pecahan Campuran: Pecahan campuran terdiri dari bilangan bulat dan pecahan murni. Bentuknya adalah $bilangan bulat fracpembilangpenyebut$ (misalnya, $1frac12$, $2frac34$). Pecahan campuran sering digunakan untuk menyatakan jumlah yang lebih dari satu keseluruhan.
Pecahan Senilai (Ekuivalen): Pecahan senilai adalah pecahan yang memiliki nilai yang sama meskipun bentuknya berbeda. Misalnya, $frac12$ senilai dengan $frac24$ dan $frac36$. Kita bisa mendapatkan pecahan senilai dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan angka yang sama.
Mari kita bahas konsep-konsep kunci yang akan dipelajari di kelas 4 beserta contoh soalnya.
Memahami nilai pecahan berarti mampu mengidentifikasi pecahan berdasarkan gambar atau cerita.
Contoh Soal 1:
Perhatikan gambar di bawah ini. Pecahan berapakah yang diarsir?

(Bayangkan sebuah persegi dibagi menjadi 4 kotak yang sama, dan 1 kotak diarsir)
Pembahasan:
Keseluruhan persegi dibagi menjadi 4 bagian yang sama besar.
Jumlah bagian yang diarsir adalah 1.
Jadi, pecahan yang diarsir adalah $frac14$.
Contoh Soal 2:
Ibu memotong kue menjadi 8 potong sama besar. Ayah mengambil 3 potong. Pecahan berapakah yang diambil Ayah?
Pembahasan:
Total potongan kue adalah 8. Ini adalah penyebutnya.
Jumlah potongan yang diambil Ayah adalah 3. Ini adalah pembilangnya.
Jadi, pecahan yang diambil Ayah adalah $frac38$.
Contoh Soal 3:
Ubahlah pecahan biasa $frac73$ menjadi pecahan campuran.
Pembahasan:
Kita bagi 7 dengan 3.
$7 div 3 = 2$ dengan sisa $1$.
Jadi, bilangan bulatnya adalah 2, sisanya 1 menjadi pembilang, dan penyebutnya tetap 3.
Hasilnya adalah $2frac13$.
Contoh Soal 4:
Ubahlah pecahan campuran $1frac25$ menjadi pecahan biasa.
Pembahasan:
Kalikan bilangan bulat (1) dengan penyebut (5): $1 times 5 = 5$.
Tambahkan hasilnya dengan pembilang (2): $5 + 2 = 7$.
Pembilangnya adalah 7, dan penyebutnya tetap 5.
Hasilnya adalah $frac75$.
Menyederhanakan pecahan berarti mengubahnya menjadi bentuk yang paling sederhana, di mana pembilang dan penyebut tidak lagi memiliki faktor persekutuan selain 1. Kita melakukannya dengan membagi pembilang dan penyebut dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) mereka.
Contoh Soal 5:
Sederhanakan pecahan $frac1218$.
Pembahasan:
Pertama, kita cari faktor dari 12 dan 18:
Faktor 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor 18: 1, 2, 3, 6, 9, 18
Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 12 dan 18 adalah 6.
Sekarang, bagi pembilang dan penyebut dengan 6:
$frac12 div 618 div 6 = frac23$
Jadi, bentuk sederhana dari $frac1218$ adalah $frac23$.
Contoh Soal 6:
Sederhanakan pecahan $frac1525$.
Pembahasan:
Faktor 15: 1, 3, 5, 15
Faktor 25: 1, 5, 25
FPB dari 15 dan 25 adalah 5.
Bagi pembilang dan penyebut dengan 5:
$frac15 div 525 div 5 = frac35$
Jadi, bentuk sederhana dari $frac1525$ adalah $frac35$.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, pecahan senilai memiliki nilai yang sama. Kita bisa mendapatkannya dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan angka yang sama.
Contoh Soal 7:
Tentukan tiga pecahan yang senilai dengan $frac23$.
Pembahasan:
Untuk mencari pecahan senilai, kita bisa mengalikan pembilang dan penyebut dengan angka yang sama.
Jadi, tiga pecahan yang senilai dengan $frac23$ adalah $frac46$, $frac69$, dan $frac812$.
Contoh Soal 8:
Isilah titik-titik agar pecahan berikut senilai: $frac35 = fracldots15$.
Pembahasan:
Kita perlu mencari angka yang jika dikalikan dengan 5 menghasilkan 15. Angka tersebut adalah 3 ($5 times 3 = 15$).
Karena kita mengalikan penyebut dengan 3, maka pembilang juga harus dikalikan dengan 3.
$3 times 3 = 9$.
Jadi, $frac35 = frac915$.
Membandingkan pecahan berarti menentukan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan. Ada beberapa cara untuk melakukannya:
Contoh Soal 9:
Bandingkan pecahan $frac37$ dan $frac57$. Gunakan tanda $>$ (lebih dari), $<$ (kurang dari), atau $=$ (sama dengan).
Pembahasan:
Kedua pecahan memiliki penyebut yang sama (7).
Kita bandingkan pembilangnya: 3 dan 5.
Karena 5 lebih besar dari 3, maka $frac57$ lebih besar dari $frac37$.
Jadi, $frac37 < frac57$.
Contoh Soal 10:
Bandingkan pecahan $frac25$ dan $frac29$. Gunakan tanda $>$ (lebih dari), $<$ (kurang dari), atau $=$ (sama dengan).
Pembahasan:
Kedua pecahan memiliki pembilang yang sama (2).
Kita bandingkan penyebutnya: 5 dan 9.
Karena 5 lebih kecil dari 9, maka $frac25$ lebih besar dari $frac29$.
Jadi, $frac25 > frac29$.
Contoh Soal 11:
Bandingkan pecahan $frac13$ dan $frac25$. Gunakan tanda $>$ (lebih dari), $<$ (kurang dari), atau $=$ (sama dengan).
Pembahasan (Metode Perkalian Silang):
Kalikan pembilang pecahan pertama dengan penyebut pecahan kedua: $1 times 5 = 5$.
Kalikan pembilang pecahan kedua dengan penyebut pecahan pertama: $2 times 3 = 6$.
Karena 6 lebih besar dari 5, maka $frac25$ lebih besar dari $frac13$.
Jadi, $frac13 < frac25$.
Pembahasan (Metode Menyamakan Penyebut):
Cari Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 3 dan 5, yaitu 15.
Ubah $frac13$ menjadi pecahan dengan penyebut 15: $frac1 times 53 times 5 = frac515$.
Ubah $frac25$ menjadi pecahan dengan penyebut 15: $frac2 times 35 times 3 = frac615$.
Sekarang bandingkan $frac515$ dan $frac615$. Karena 6 lebih besar dari 5, maka $frac615$ lebih besar.
Jadi, $frac13 < frac25$.
Di kelas 4, siswa akan mulai belajar menjumlahkan dan mengurangkan pecahan, dimulai dengan pecahan yang memiliki penyebut sama.
Contoh Soal 12 (Penjumlahan):
Hitunglah $frac29 + frac49$.
Pembahasan:
Kedua pecahan memiliki penyebut yang sama, yaitu 9.
Jumlahkan pembilangnya: $2 + 4 = 6$.
Penyebutnya tetap 9.
Jadi, $frac29 + frac49 = frac69$. Pecahan ini bisa disederhanakan menjadi $frac23$.
Contoh Soal 13 (Pengurangan):
Hitunglah $frac710 – frac310$.
Pembahasan:
Kedua pecahan memiliki penyebut yang sama, yaitu 10.
Kurangkan pembilangnya: $7 – 3 = 4$.
Penyebutnya tetap 10.
Jadi, $frac710 – frac310 = frac410$. Pecahan ini bisa disederhanakan menjadi $frac25$.
Catatan Penting untuk Kelas 4:
Pada tingkat kelas 4, fokus utama penjumlahan dan pengurangan pecahan adalah pada pecahan dengan penyebut yang sama. Konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda biasanya akan dibahas lebih lanjut di kelas-kelas berikutnya.
Pecahan bukan hanya sekadar angka di buku pelajaran. Konsep pecahan sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari:
Pecahan adalah salah satu konsep matematika paling penting yang diperkenalkan di kelas 4. Dengan memahami definisi dasar, jenis-jenis pecahan, serta cara melakukan operasi dasar seperti menyederhanakan, mencari pecahan senilai, membandingkan, dan melakukan penjumlahan/pengurangan dengan penyebut yang sama, siswa akan membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaran matematika di masa depan. Ingatlah bahwa matematika adalah sebuah perjalanan, dan dengan kesabaran serta latihan, dunia pecahan akan menjadi lebih mudah dipahami dan bahkan menyenangkan!